spacer.png, 0 kB
Our Mission
To produce high-quality pulp from renewable fiber that is grown in a manner which promotes sustainability and environmental care while maintaining harmonius relationship with surounding communities and contributing to their overall well-being.
Welcome to PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Website
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) dalam Pengelolaan Lingkungan PDF Print Email
Written by Administrator   
Tuesday, 27 January 2009 14:53

Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan mulai dikembangkan Kementerian Negara Lingkungan Hidup, sebagai satu alternatif instrumen sejak 1995. Program ini awalnya dikenal dengan nama PROPER PROKASIH. Alternatif instrumen penaatan dilakukan melalui penyebaran informasi tingkat kinerja penaatan masing-masing perusahaan kepada stakeholder pada skala nasional.

Diharapkan dapat menyikapi secara aktif informasi tingkat penaatan itu dan mendorong perusahaan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungannya. Dengan demikian, dampak lingkungan dari kegiatan perusahaan dapat diminimalisasi. Jadi, PROPER merupakan Public Disclosure Program for Environmental Compliance dengan kriteria Proper: AMDAL, Konservasi Sumberdaya alam, SML dan Community Development.

PROPER bukan pengganti instrumen konvensional yang ada, seperti penegakan hukum lingkungan perdata maupun pidana. Program ini bersinergi dengan instrumen lainnya agar kualitas lingkungan dapat dilaksanakan lebih efisien dan efektif.

Penyebaran informasi kinerja perusahaan mendorong interaksi intensif antara perusahaan, pekerja, kelompok masyarakat, konsumen, pasar modal, investor dan instansi pemerintah terkait. Penyebaran informasi melalui media massa diharapkan para stakeholder dapat berpartisipasi proaktif dalam menyikapi informasi kinerja perusahaan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Penyebaran informasi kinerja perusahaan kepada publik dapat menciptakan insentif dan disinsentif reputasi. Para stakeholder akan memberikan tekanan terhadap perusahaan yang kinerja pengelolaan lingkungannya belum baik. Sebaliknya, perusahaan yang kinerja pengelolaan lingkungannya baik akan mendapat apresiasi dari para stakeholder.

PROPER merupakan bentuk kebijakan pemerintah meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam peraturan perundangan-undangan. PROPER juga perwujudan transparansi, demokratisasi dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia. Penerapan instrumen ini upaya Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk prinsip good governance (transparansi, berkeadilan, akuntabel, dan pelibatan masyarakat) dalam pengelolaan lingkungan.

Pelaksanaannya dilakukan terintegrasi dengan melibatkan berbagai stakeholder. Mulai dari tahapan penyusunan, kriteria penilaian, pemilihan perusahaan, penentuan peringkat, sampai pada pengumuman peringkat kinerja kepada publik.

Tujuan pelaksanaannya untuk meningkatkan penaatan perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan, meningkatkan komitmen para stakeholder dalam upaya pelestarian lingkungan, meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan, meningkatkan kesadaran para pelaku usaha untuk menaati peraturan perundang-undangan pada bidang lingkungan hidup, mendorong penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dalam pengelolaan limbah.

Sasaran dari pelaksanaan untuk menciptakan lingkungan hidup yang baik, mewujudkan pembangunan berkelanjutan, menciptakan ketahanan sumber daya alam, mewujudlan iklim dunia usaha yang kondusif dan ramah lingkungan, mengedepankan prinsip produksi bersih (eco-efficiency).

 

Memberikan gambaran kinerja perusahaan menyeluruh sejak tahun 2002 adalah aspek penilaian kinerja PROPER. Kinerja yang dinilai pada PROPER mencakup: penaatan terhadap pengendalian pencemaran air, udara, pengelolaan limbah B3, dan penerapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Sedangkan penilaian untuk aspek lebih dari taat, meliputi penerapan sistem manajemen lingkungan, pemanfaatan limbah dan konservasi sumber daya, pelaksanaan kegiatan pengembangan masyarakat (commmunity development) dan penerapan CSR (Corporate Social Responsibility).

Last Updated ( Wednesday, 28 January 2009 11:35 )
Read more...
 
HTI TobaPulp, Mensejahterakan... PDF Print Email
Written by Administrator   
Wednesday, 28 January 2009 11:15

Langkah konkrit pembangunan HTI - Hutan Tanaman Industri menjadikan perbaikan fungsi hutan dengan menerapkan sistem sylvikultur tebang habis dengan penanaman kembali (istilah kehutanan adalah Tebang Habis Permudaan Buatan disingkat THPB, tetapi intinya adalah melakukan Tebang Habis diikuti dengan penanaman kembali seluruh areal yang dipanen termasuk lahan kosong didalamnya) berdasarkan Kepmenhut nomor 435/Kpts-II/1997, pasal 1.

TobaPulp, perusahaan pengelola HTI di Sumatera utara dengan luas areal konsesi 269.060 hektar berdasarkan SK Menhut nomor 493/Kpts-II/1992 telah melakukan kegiatan pembangunan HTI dengan sistem sylvikultur yang telah ditentukan pemerintah.

Konsep pengelolaan hutan yang dilakukan TobaPulp sangat baik karena melakukan pengelolaan HTI pada areal terlantar (marjinal ini adalah untuk PKR sedangkan untuk HTI adalah pada areal Hutan Produksi bukan harus harus terlantar), melakukan pembukaan hutan secara terbatas dengan meninggalkan zona penyangga hutan (green belt) dan tidak mengeksploitasi hutan secara keseluruhan.

Pasti menanam areal yang telah ditebang dengan jenis tanaman perennial (tahunan) cepat tumbuh (Fast Growing Species) yaitu ekaliptus (Eucalyptus sp) yang dapat dipanen umur 6 sampai 7 tahun. Bahan baku berasal dari penanaman pohon secara berkesinambungan. Pola pemanenan ramah lingkungan. Hanya mengambil batang pohon dan meninggalkan ranting, cabang dan daun sehingga nutrisi atau unsur hara yang diserap tanaman dikembalikan lagi ke tanah serta memelihara tunggul tanaman yang telah ditebang untuk dijadikan tanaman selanjutnya (coppicing). Memperhatikan kelestarian lingkungan (ISO 14001) serta menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK 3, Golden Flag) dalam operasional kehutananan maupun pabrik.

Last Updated ( Wednesday, 28 January 2009 11:30 )
Read more...
 
Kisah Nyata dari desa Sibatu-batu: Untung dari PKR, Dua Anak Jadi Sarjana PDF Print Email
Written by Administrator   
Wednesday, 28 January 2009 11:47

 

 Sibatu-batu, sebuah desa di kecamatan Pollung, kabupaten Humbang Hasundutan, dari desa ini ada kisah nyata sepasang anak manusia yang beruntung pada masa tuanya. Jatiman Lumbangaol (58) bersama istrinya R boru Manalu (56).

Beruntung karena pada tahun 1990 ikut menjadi peserta pada program Perusahaan Inti Rakyat (PIR) yang kini berganti nama menjadi PKR (Perkebunan Kayu Rakyat) di wilayah operasional estate Tele kabupaten Samosir.

“Dulu banyak yang tidak mau ikut menjadi peserta dan bahkan dicemoohkan bila ikut menjadi peserta PIR,” kata Jatiman Lumbangaol kepada TobaPulp Digest, Jum’at 8 November 2008 di rumahnya di desa Sibatu-batu.

Jatiman Lumbangaol didampingi istri tercinta, R boru Manalu katanya dahulu ia dicemoohkan, kini orang yang mencemoohkannya itu balik memuji dirinya. Orang itu menyesal karena dahulu tidak ikut menjadi peserta PKR.

Terus Mendukung: R boru Manalu, istri Jatiman Lumbangaol terus mendukung usaha suaminya. bermula dari peserta PKR kini membuka lapangan kerja, usaha rumah sewa dan mengelola warung.

Last Updated ( Wednesday, 28 January 2009 12:26 )
Read more...
 
Kunjungan SMK Negeri 2 Tebing Tinggi: ’Menimba’ Ilmu di TobaPulp PDF Print Email
Written by Administrator   
Wednesday, 28 January 2009 14:49

 Jarak tidak menjadi penentu, yang penting ilmu pengetahuan bertambah makanya ada pepatah mengatakan “tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina”, untuk itu 53 siswa-siswi Sekolah Menengah Keguruan (SMK) Negeri 2 Tebing Tinggi Sumatera utara, melakukan kunjungan studi industri ke pabrik bubur kertas TobaPulp di kabupaten Toba Samosir pada Rabu, 5 November 2008 bersama 10 orang guru sekolah dari kota lemang itu.

Last Updated ( Wednesday, 28 January 2009 15:06 )
Read more...
 
spacer.png, 0 kB
Banner
spacer.png, 0 kB