Toba Pulp Lestari Dukung Pemberdayaan Petani Kopi di Desa Siruar

TPL MERIAHKAN ACARA PUNCAK HUT TOBA
17 Maret, 2020
Show all

Parmaksian, 18 Maret 2020 – Dengan tujuan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, khususnya para petani kopi,  PT. Toba Pulp Lestari,Tbk (TPL) memberikan bantuan 500 bibit dan 4000 benih kopi, serta pengadaan peralatan pembuatan rumah bibit juga penjemuran kopi kepada Kelompok Tani Kopi di Desa Siantar Utara, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, Sumatera Utara pada Rabu (18/03).

Program pemberian bantuan bibit kopi ini merupakan salah satu program utama dari Community Development  (CD) TPL, dikarenakan mayoritas masyarakat di Desa Siruar bekerja sebagai petani kopi. Selama ini, masyarakat masih belum mengetahui mengenai jenis kopi dan varietas yang digunakan. Bekerja sama dengan Indonesia Coffee and Cocoa Research Institute (ICCRI) di Jember, Jawa Timur, yang akan memberikan pelatihan, budidaya dan juga pasca panen.

Ramida Siringoringo selaku Manajer CD TPL mengatakan bahwa sebelumnya, PT Toba Pulp Lestari telah melakukan pelatihan kepada 89 petani kopi di Siruar, dan program ini merupakan program lanjutannya. Telah dipilih lima orang petani aktif yang akan mengikuti program ini.

“Tujuan kedepannya adalah agar program ini dapat berkelanjutan sehingga para petani menjadi mandiri dan dapat meningkatkan perekonomiannya,” ujar Ramida.

Camat Parmaksian, Paiman Butarbutar juga mengapresiasi atas bantuan yang diberikan oleh PT TPL. Paiman berharap bahwa masyarakat yakin bahwa dengan program ini, dapat membantu mereka untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka.

Sebagai Ketua Kelompok Petani Kopi di Desa Siruar, Marojahan Simangunsong mengaku bahwa sebelumnya, para petani kopi di Siruar hanya bertani kopi secara tradisional saja dan mengandalkan pengetahuan yang diperoleh secara turun temurun. Marojahan juga mengatakan bahwa dengan adanya program ini, mereka berharap akan memberikan pengetahuan baru sehingga mereka bisa lebih baik dan mandiri untuk selanjutnya.

“Terimakasih TPL, harapan kami dengan adanya program ini, pendapatan petani di Desa Siruar dapat meningkatkan, dan dengan pendampingan dari TPL, pemahaman kami mengenai kopi semakin berkembang dan kami bisa menjadi petani kopi yang mandiri.” ujar  Marojahan. (np)