Perbanyakan Kemenyan, TPL dan Kelompok Tani Hutan Marsada Tanam Haminjon

KONSEP PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN PT TPL MoU Kementrian Pertanian BPTP Sumut 
29 Oktober, 2019
Penyaluran Dana CD Masyarakat Parbuluan Lima Dairi, TPL Komitmen Hidup dan Berkembang Dengan Masyarakat
29 Oktober, 2019
Show all

 

Getah dari pohon kemenyan masih menjadi sumber prekonomian masyarakat yang hidup kawasan hutan. Di Tapanuli pohon kemenyan merupakan tanaman endemik yang masih memberi manfaat besar prekonomian warga. Orang Batak menyebutnya Haminjon. 

Dalam upaya perbanyakan tanaman endemik Haminjon, PT. Toba Pulp Lestari Tbk(TPL), bersama masyasarakat dan petani di Kabupaten Humbang Hasundutan, melakukan penanaman bibit Haminjon dikawasan Hutan Tanaman Industri TPL sektor Tele. Penanaman bibit Haminjon juga berdekatan dengan tanaman Eucalyptus, yang merupakan sumber bahan baku perusahaan Pulp.

Dalam kegiatan penanaman Perdana ini, TPL menggandek kelompok tani hutan Marsada Pargamanan Bintang Maria Simataniari, Desa Simataniari Kecamatan Parlilitan. Penanaman disaksikan instansi terkait, seperti UPT. Kesatuan Pengelolaan Hutan 13 Provinsi Sumatera Utara Cabang Doloksanggul, Camat Parlilitan, Kapolsek Parlilitan, Danramil, tokoh adat Desa Simataniari dan masyarakat.

Dukungan dan partisipasi TPL dalam perbanyakan kemenyan bersama para petani, diharapkan berjalan memberi perubahan positif bagi keberlangsungan dan aktivitas pertanian di Tapanuli. Bibit kemenyan yang selama ini diperbanyak oleh TPL dikawasan pembibitan, juga telah dibagi secara gratis kepada seluruh petani kemenyan di Tapanuli.

Sejumlah harapan tentunya tergambar diwajah para petani hutan Marsada Pargamanan Bintang Maria Simataniari. Harapan besar mereka perusahaan selalu mendukung petani, dan mendorong majunya perekonomian masyarakat setempat di bidang pertanian.

Masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) yang selama ini menganggap perusahaan PT Toba Pulb Lestari (TPL) Tbk adalah sebagai perusak tanaman tanaman masyarakat yang berdekatan dengan tanaman eucaliptus. Masyarakat yang selama ini berasumsi bahwa setiap kerusakan tanaman masyarakat yang berdekatan dengan pohon tanaman eucaliptus milik PT TPL adalah ulah perusahaan.

Dalam kegiatan penanaman Perdana pengayaan tanaman kemenyan yang di lakukan PT Toba Pulb Lestari (TPL) Tbk dengan kelompok tani hutan Marsada Pargamanan Bintang Maria Simataniari dihadiri langsung oleh Manajer sektor Tele PT TPL, Manajemen PT TPL, UPT KPH XIII Provinsi Sumatera Utara Cabang Doloksanggul, Camat Parlilitan, Kapolsek Parlilitan, Danramil, tokoh adat Desa Simataniari dan puluhan masyarakat, Selasa (01/10/2019).

Karman Sirait, manajer PT TPL Sektor Tele meminta kepada masyarakat Desa Simataniari, terkhusus kepada seluruh yang menghadiri acara tersebut, agar acara penanaman perdana pengayaan tanaman kemenyan dijadikan simbol kerja sama yang baik antara perusahaan Toba Pulp Lestari dengan masyarakat desa simataniari dan juga kelompok tani hutan Marsada Pargamanan bintang maria.

Perwakilan kelompok tani hutan Marsada meminta kepada perusahaan PT TPL agar senantiasa ikut mendorong majunya perekonomian masyarakat setempat di bidang pertanian dan juga membantu mutu pendapatan desa. “Karena selama ini Desa Simataniari sangat ketertinggalan di bidang perekonomian dan juga pendapatan,” tandas Maruba.

Tidak ketinggalan, Pinus Sitanggang dan juga Panuturi Sitanggang selaku tokoh masyarakat Desa Simataniari meminta kepada masyarakat desa agar senantiasa merasa bersyukur dengan apa yang di lakukan perusahaan PT TPL.

“Mari kita syukuri dan kita puji perbuatan perusahaan toba pulp lestari kepada masyarakat desa simataniari. Selama ini kami berasumsi kepada pihak perusaan bahwa kerusakan tanaman kami disebapkan oleh perusahaan PT TPL, ternyata kami salah. Setelah adanya acara ini, disinilah semua terjawab, ternyata TPL tidaklah seperti yang kita pikirkan, sebagai perusak tanaman,” pungkas Pinus yang diamini Panuturi.

Dinas kehutana Provinsi Sumatera Utara Cabang Doloksanggul, UPT KPH XIII yang diwakili Sahata Purba meminta kepada kelompok tani hutan Marsada, tokoh masyarakat dan masyarakat yang menghadiri acara tersebut, agar jangan terlalu berpikiran negatif. Sahata juga meminta pihak perusahaan PT TPL agar menjalin kerja sama yang baik dengan masyarakat.

“Saya berharap masyarakat desa simataniari tidak terlalu berpikiran negatif dengan apa yang dilakukan oleh perusahaan. Dan juga perusahaan toba pulp lestari juga harus lebih menjaga kerja sama yang baik. Saya mengimbau kepada kelompok tani hutan marsada agar lebih bersinergi dalam bertani, karena jika hasil kelompok tani hutannya berhasil, maka dinas kehutanan tidak segan-segan menurunkan bantuan-bantuan pertanian,” harapnya. (DA)