KONSEP PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN PT TPL MoU Kementrian Pertanian BPTP Sumut 

Peringati Hari Anak Nasional, PT TPL Dukung Pemenuhan Hak Anak
21 September, 2019
Perbanyakan Kemenyan, TPL dan Kelompok Tani Hutan Marsada Tanam Haminjon
29 Oktober, 2019
Show all

 

Masih ingatkah kita dengan program pencanangan “Revolusi Hijau” yang sempat dirancang oleh pemerintah pada tahun 1970-an? Ini adalah program sistem budidaya tanaman bidang pertanian, yang  selalu dipacu dapat menghasilkan produksi yang maksimal, dan memberikan pertambahan ekonomi para petani melalui transaksi dipasaran.

Program ini memang dikhususkan dalam pencapaian target produksi yang  tinggi, dalam hal ini petani diharapkan ekstra melakukan kegiatan dalam upaya pencapaian hasil yang sangat besar. Bahkan para petani terlihat lebih cenderung melakukan eksploitasi sumberdaya biofisik alami, baik tanah, air, dan tanaman secara tidak bijaksana.

Tahun berlalu dan hari berganti, produktivitas tanah mengalami penurunan, deraan cekaman lingkungan kian meningkat, kerentanan tanaman terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) makin  meningkat.Sehingga dinilai perlu melaksanakan sistem budidaya tanaman pangan yang memperhatikan aspek lingkungan dan bersifat keberlanjutan. 

Konsep pertanian pada era pasca revolusi hijau diindikasikan dengan ledakan populasi hama dan penyakit yang semakin tahan terhadap  pestisida. Booming ini menyebabkan penggunaan pestisida semakin marak dan berkembang di lahan pertanian. Selain permasalahan pestisida, pertanian dihadapkan lagi dengan industri yang semakin marak baik dibagian hulu ataupun hilir daerah aliran sungai.

 

Pertanian Ramah Lingkungan

 

Saat ini pertanian dengan konsep ramah lingkungan menjadi fokus pemerintah, dalam upaya pengembangan hasil pertanian yang berkelanjutan. Konsep ini diharapkan memberikan dampak positif dari hasil pertanian dengan tidak merusak maupun material yang terkandung dalam struktur tanah. Inilah yang menjadi fokus kerja Kementrian Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara konsep pertanian ramah lingkungan disosialisasikan. Mulai dari masyarakat maupun kelompok petani, hingga kalangan swasta diharapkan memberikan dukungan terhadap program yang diyakini mampu membawa perubahan positif bidang hasil pertanian ramah lingkungan.

Seperti yang belum lama ini dilakukan BPTP dan PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) dalam kerjasama penelitian dan pengkajian konsep pertanian ramah lingkungan, yang terangkum dalam Memorandum of Understanding (MoU). Kepala BPTP Sumatera Utara, Khadijah El Ramija Lubis mengatakan ,dalam upaya mendukung pembangunan pertanian ramah lingkungan di Provinsi Sumatera Utara, pihaknya perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta PT. TPL.

Kerjasama mencakup melakukan penelitian dan pengkajian bersama, dalam peningkatan hasil pertanian dengan konsep ramah lingkungan. “Dengan adanya kesepakatan ini, kita akan menghasilkan produk pertanian yang unggul. Sehingga nantinya pemerintah dan perusahaan akan menghasilkan benih unggulan, dalam peningkatan hasil panen petani yang optimal,” harap Khadijah.

Untuk mendapatkan petani yang sejahtera idelanya harus mendapatkan pendampingan dari pemerintah dan pihak swasta (subsidi output). Namun menurut Khadijah diperlukan kajian dan kesepakatan bersama dengan petani, karena menyangkut pembiayaan yang maksimal dalam mendapatkan hasil dan bibit unggul. “Harus ada perencanaan yang kuat serta sinergitas dalam mengimplementasikan benih unggul,” sebut Khadijah.

Pertanian yang mengedepankan konsep ramah lingkungan ini disambut baik oleh manajemen perusahaan Pulp PT. TPL. Program yang bertujuan peningkatan sistem pertanian yang berkelanjutan tersebut, memiliki konsep dan tujuan yang sama dengan motto peruhasaan. Manager Corporate Social Responsibility (CRS) TPL Ramida Siringoringo mengungkapkan hidup berkembang bersama masyarakat dan berkelanjutan merupakan fokus pengembangan pertanian bagi kelompok tani binaan perusahaan.

“Kesepakatan ini sesuai dengan program sosial perusahaan kepada masyarakat. Ini sebagai bentuk implementasi kepedulian terhadap masyarakat, guna meningkatkan ekonomi masyarakat petani,” kata Ramida.

Menurut Ramida, perusahaan saat ini melakukan pengembangan pembangunan bidang pertanian kepada para petani lokal di Tapanuli. Program Intercrop (Tumpang Sari), adalah konsep yang telah dilakukan perusahaan dalam kerjasama pemanfaatan lahan pertanian, bibit pohon Eucalyptus (Tanaman HTI) dapat hidup berdampingan dengan  tanaman kehidupan dan horticultural. 

Sehingga dengan sistem yang dibangun melalui konsep ramah lingkungan dan Intercrop TPL, dirinya meyakini dapat memberikan peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya para kelompok tani di Kabupaten Tobasa. (DA)