spacer.png, 0 kB
Our Mission
1. Generate sustainable growth
2. We need to be cost effective producers in the segment we operate
3. Maximise returns to stakeholders while contributing to local and regional socio-economic development
4. Create value through modern technology and leverage on our industry knowledge, and human resource base
TOBAPULP PEROLEH PERINGKAT HIJAU PDF Print Email
Written by Administrator   
Sunday, 03 August 2008

          Jakarta, 1/8 – Industri pulp Porsea, TobaPulp, memperoleh peringkat hijau dalam PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) 2008 dan satu-satunya peraih peringkat prestisus itu dari Sumatera Utara.

          Trofi PROPER 2008 itu diserahkan Menteri Negara Lingkungan Hidup Ir Rachmat Witoelar kepada Direktur TobaPulp, Mulia Nauli, bersama 45 penerima peringkat hijau lainnya plus 1 penerima emas di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis malam, dan dihadiri Menko Kesra Aburizal Bakrie. 

          Staf senior Humas TobaPulp, Riduan Sibuea, yang menyertai Mulia dan Manajer Produksi Sri Nurhayati Pasaribu, ke acara malam Anugerah Lingkungan itu menyebutkan, sebanyak 516 perusahaan mengikuti Proper 2006 – 2007, tetapi hanya 1 peraih peringkat emas dan 46 peraih hijau yang mengikuti acara. Selebihnya, 180 peraih peringkat biru, 161 biru-minus, 46 merah, 39 merah-minus dan 43 hitam (sangat buruk) tidak ikut serta.

 

          Dari Sumut 24 perusahaan mengikuti PROPER itu meliputi industri pulp, peleburan aluminium, perkebunan kelapa sawit, minyak dan gas, peleburan besi baja, karet remah (crumb rubber), kawasan industri dan aluminium foil. Hasilnya, 1 meraih peringkat hijau (TobaPulp), 8 biru, 8 biru-minus, 5 merah dan 2 hitam. 

 

Teks foto: Meneg LH Ir Rachmat Witoelar (kanan) menyerahkan Trofi PROPER 2008 untuk peringkat hijau kepada Direktur TobaPulp Mulia Nauli di Jakarta, Kamis malam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

            TAAT PLUS

             Meneg LH Rachmat Witoelar mengemukakan, peraih peringkat terbaik yakni emas dan hijau dalam PROPER sudah menaati semua aturan dalam pengelolaan lingkungan, plus mewujudkan secara tepat tanggungjawab sosial perusahaan (CSR – corporate social responsibility)-nya. ”Kebijakan untuk menerapkan upaya-upaya beyond compliance atau lebih dari sekedar penaatan terhadap peraturan lingkungan telah diterapakan secara sukarela, proaktif dan inovatif,” katanya.

          Industri pulp Porsea sendiri, sebenarnya adalah peraih peringkat biru PROPER sebelum berhenti beroperasi antara 1998 hingga 2003. Setelah dioperasikan kembali Maret 2003, manajemen baru secara bertahap mewujudkan enam butir komitmen baru-nya meliputi cleaner production (produksi bersih) dan sustainable forest management (pengelolaan hutan secara lestari dan berkesinambungan) yang bersentuhan langsung dengan program lingkungan hidup.

Komitmen lainnya yang bersintuhan dengan CSR meliputi program kemitraan bisnis dengan 458 pengusaha lokal dengan nilai transaksi hingga 2007 sebesar Rp1,3 triliun, penyisihan 1% hasil penjualan bersih (net sales) pulp untuk membiayai program pemberdayaan masyarakat (CD – community development) di delapan kabupaten dan hingga 2007 jumlahnya mencapai Rp38,2 miliar, serta pengutamaan putra-putri setempat dalam rekrutmen tenaga baru.

          Penerimaan anugerah lingkungan 2008 didahului keberhasilan industri pulp satu-satunya di Sumut ini memenuhi standar internasional di bidang manajemen lingkungan (ISO 14001:2004), manajemen produksi (ISO 9001:2000) serta standar nasional atau ”bendera emas” dalam pengelolaan sumberdaya  manusia (SMK3 – sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja).

          Direktur TobaPulp Mulia Nauli --yang diwawancari berbagai media, usai menerima trofi lingkungan itu--  mengemukakan, perolehan peringkat hijau merupakan hasil perjuangan keras manajemen bersama semua pemangku kepentingan (stake holder) meliputi seluruh karyawan, para mitra usaha bersama ribuan pekerjanya, pemerintah lokal dan propinsi, serta segenap lapisan masyarakat termasuk kalangan media yang terus mengkritisi. ”Ini hasil kerja tim. Peringkat hijau patut disyukuri tetapi mesti memotivasi tim supaya  bekerja lebih keras meraih peringkat lebih tinggi: emas! Belum saatnya kita puas. Lebih-lebih, kita tidak boleh sombong,” katanya.

 

YANG LAIN

 

Selain kepada perusahaan, Kementerian LH juga memberikan penghargaan kepada media televisi paling banyak menayangkan program lingkungan, kelompok pemuda dan mahasiswa pemenang kompetisi Imagine Cup 2008, serta pengabdian sepanjang hayat kepada alm Prof Koesnadi Hardjosumantri dan alm Prof Otto Soemarwoto. (*)      

 

Last Updated ( 2008-08-03 14:23:51 )
 
Banner
spacer.png, 0 kB