|
 Photo: GOOD CORPORATE: Jajaran komisaris bergandengan tangan melambangkan tekad untuk mengembangkan TobaPulp menjadi Good Corporate.(dari kiri ke kanan: Sabam Leo Batubara-Komisaris, Wilihar Tamba-Komisaris Independen, Lundu Panjaitan- Komisaris Independen, Roli Arifin-Direktur Utama, Mulia Nauli-Direktur, Juanda Panjaitan-Direktur, FirmanPurba-Direktur, Wilim-Direktur) Meski masih dalam jumlah relatif sederhana, industri pulp Porsea, TobaPulp, mulai meraih laba sebesar USD11,8 juta dolar dari hasil penjualan pulp senilai USD137,6 juta pada tahun buku 2007 dan sekaligus berdampak positif pada peningkatan dana CD tahunan hingga mencapai Rp12,5 miliar. Walau masih sederhana, jajaran manajemen menyambut perolehan laba itu dengan gembira karena mengindikasikan sehatnya kinerja perusahaan, diterimanya pulp hasil kampung Porsea di pasar dunia yang persaingannya sangat ketat, serta sekaligus menjanjikan manfaat jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan (stake holder) termasuk masyarakat lokal sebagai mitra-strategis. ”Segala sesuatu biasanya dimulai dari angka sederhana,” kata Direktur Utama TobaPulp (PT Toba Pulp Lestari,Tbk) Roli Arifin, usai mengikuti RUPS (rapat umum pemagang saham) tahunan di Uniplaza Medan, Jumat. Rapat itu dipimpin oleh Komisaris Independen Lundu Panjaitan SH,MA serta diikuti seluruh pemegang saham atau perwakilannya. Dari jajaran komisaris hadir Drs Sabam Leo Batubara dan Ir Willihar Tamba sedangkan dari jajaran direksi nampak Roli Arifin (Direktur Utama), Mulia Nauli, Juanda Panjaitan, Firman Purba dan Wilim. Selain mengesahkan laporan 2007, rapat juga mengangkat seorang praktisi keuangan, Lennardi Anggijono, sebagai anggota komisaris independen yang baru. SEDERHANADari sudut pandang bisnis, laba yang diraih itu benar-benar masih sederhana karena baru sedikit saja mengurangi akumulasi defisit per 2006 sebesar USD573.349 menjadi USD561.531. Komponen defisit meliputi kerugian selama tidak beroperasi antara Oktober 1998 hingga Maret 2003 plus ketekoran operasional 2004 hingga 2006. Laporan tahun 2007 merinci, TobaPulp meraih USD137,6 juta dari penjualan 172.710 ton pulp. Nilai itu naik 49,4% dari penjualan 2006 sebesar USD91,2 juta (147.276 ton). Dari penjualan itulah perusahaan memperoleh laba USD11,8 juta, kebalikan dari kondisi tiga tahun berturut-turut sebelumnya yang terus merugi dan terakhir kerugian 2006 sebesar USD10 juta. Kenaikan angka penjualan itu terutama disebabkan keberhasilan TobaPulp memproduksi pulp kualitas A-plus pada saat harga pulp dunia mulai membaik. A-plus adalah kualitas diantara paper pulp (BKP – bleach kraft pulp) untuk bahan baku kertas dan dissolving pulp (DP) bahan baku tekstil. TobaPulp juga menghasilkan BKP dan DP. DANA CD Rp 12,5 M Salah satu dampak positif meningkatnya hasil penjualan pulp itu ialah meningkatnya dana CD 2007 hingga mencapai angka yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, Rp12,5 miliar, hingga menjadikan nilai seluruhnya sejak 2003 menjadi Rp38,5 miliar. Dana CD (community development) tahunan TobaPulp merupakan hasil penyisihan 1% dari penjualan bersih (net sales) tanpa dipengaruhi posisi untung atau rugi. Untuk 2007 nilainya USD1.329.460,35 dan dalam rupiah sebesar Rp12,5 miliar berdasarkan kurs Rp9.419 per 31 Desember 2007. Angka dana CD tertinggi pernah dicapai sebelumnya dalam bentuk rupiah ialah Rp8,11 miliar pada tahun 2005 (USD825.440,55 berdasarkan kurs Rp9.830). Tetapi dalam bentuk dolar sebenarnya angka CD 2006 lebih tinggi, yakni USD825.440,55. Persoalannya waktu itu kurs rupiah terhadap dolar lebih kuat, Rp9.020, sehingga nilainya dalam rupiah ”hanya” Rp7,82 miliar. Dengan dana CD melampaui angka “psikologis” Rp10 M itu berarti aktivitas pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah kerja TobaPulp, baik di sekitar HTI (hutan tanaman industri) di beberapa kabupaten maupun di sekitar pabrik di Porsea, dapat dipacu lebih cepat. PERUNTUKAN Setengah (Rp6,25 M) dari dana CD itu bakal diperuntukkan bagi Tobasa selaku tempat berdirinya pabrik. Setengah lagi dibagi habis oleh delapan kabupaten lokasi HTI dan Tobasa termasuk di dalamnya, yakni: Aeknauli (Simalungun), Habinsaran (Tobasa), Aekraja (Tapanuli Utara), Tele (Humbang Hasundutan, Samosir, Pakpak Bharat, Dairi) dan Sidimpuan (Tapanuli Selatan). Besar-kecil bagian masing-masing kabupaten didasarkan pada tiga parameter, meliputi: luas lahan HTI efektif, jumlah produksi kayu tahunan, serta panjang jalan (negara, kabupaten) yang dilintasi angkutan bahan baku dari HTI ke pabrik di Porsea. Mekanisme distribusi dana CD itu ditetapkan dan diawasi sepenuhnya oleh Tim Independen (TI) pimpinan ekonom DR Polin LR Pospos. Proses distribusi dana diawali dengan pembuatan proposal program senilai alokasi dana tersedia oleh masyarakat sekitar wilayah kerja TobaPulp. Proposal itu mesti disetujui Bupati sebelum diteruskan ke TI untuk verifikasi dan persetujuan akhir. Persetujuan TI berlanjut dengan permintaan resmi ke TobaPulp untuk men-transfer dana ke account pelaksana. Dana CD baru dapat dikucurkan apabila pelaksanaan CD tahun sebelumnya sudah dilaporkan dan disetujui TI. Tidak ada pengucuran dana CD tanpa proposal, dan tidak ada distribusi dana CD baru sebelum TI menyetujui laporan pelaksanaan CD tahun sebelumnya. Pelaksana dan penanggungjawab CD ditunjuk oleh Bupati setempat kecuali untuk Tobasa ditangani Yayasan Pembangunan Masyarakat Toba Mas bentukan masyarakat. Selama ini dana CD dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan: pertanian (pengadaan pupuk, bibit, anti-hama, traktor), peternakan (pengadaan sapi, babi), perkebunan (bibit kopi), perikanan (bibit, kolam), kehutanan (bibit ingul), pertukangan (alat pertanian), pendidikan (beasiswa, honor guru, alat-alat tulis, meja-kursi), sosial keagamaan (gereja), olahraga (lapangan, alat olahraga), sarana lain (komputer, mesin tik). WUJUD KOMITMEN Dana CD 1% itu merupakan satu dari enam butir komitmen TobaPulp ketika fasilitas pabrik pulp-nya dioperasikan kembali, Maret 2003. Artinya, selama TobaPulp beroperasi dana CD tetap dianggarkan tanpa dipengaruhi untung atau rugi. Komitmen lain ialah “membagi” pekerjaan kepada masyarakat lokal sebagai mitra-bisnis atas dasar saling menguntungkan dan hingga Desember 2007 nilai transaksinya sudah mencapai Rp1,4 triliun. Dengan dua komitmen itu plus satu komitmen lain yakni mengutamakan putra-putri setempat dalam penerimaan karyawan baru, TobaPulp berharap mottonya: Tumbuh dan Berkembang bersama Masyarakat dapat diwujudkan secara bertahap tetapi pasti. “Dalam konsep bisnis modern, perusahaan dan masyarakat harus sama-sama bisa eksis. Bisnis yang sukses membangkitkan ekonomi masyarakat di sekitarnya,” kata Dirut TobaPulp, Roli Arifin, akuntan lulusan USU Medan yang sempat lama menekuni dunia kerja dan akademik di Kanada. Tiga komitmen TobaPulp lainnya dan sudah dijalankan ialah: produksi bersih (cleaner production), pengelolaan hutan secara lestari dan berkesinambungan (sustainable forest management) dan pembentukan TI itu sendiri
|